DEWAN JURI

Indie Movie Competition Documentary



juri

Yuda Kurniawan

YUDA KURNIAWAN adalah produser dan sutradara film dokumenter peraih Piala Citra, Festival Film Indonesia. la juga pendiri Rekam Docs, sebuah rumah produksi dan workshop bagi para pembuat, penggiat dan pemutar film dokumenter yang berbasis di Jakarta. Film-film dokumenternya telah diputar diberbagai festival film baik di dalam dan luar negeri dan telah meraih beberapa penghargaan, salah satunya NETPAC Award (Network for the promotion of Asia Pasific Cinema) yang merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada Sutradara Asia yang menunjukkan kontribusi penting bagi gerakan sinema Asia baru. Beberapa film dokumenternya antara lain: "Jalan Dakwah Pesantren"(2016), "Balada Bala Sinema"(2017) Nominasi iflm dokumenter panjang FFI 2017 dan "Nyanyian Akar Rumput (2018)

Pemenang Piala Citra untuk film dokumenter panjang terbaik FFI 2018. Saat ini is sedang menyelesaikan dokumenter panjang terbarunya yang berjudul "Roda-Roda Nada" dan sedang memproduksi film dokumenter panjang yang berjudul "Lokananta, History and Legacy".

    TENTANG REKAM DOCS
    Rekam Docs didirikan pada tanggal 9 Oktober 2012 oleh 'Aida Kurniawan. Rekam Docs adalah sebuah rumah produksi dan workshop bagi para pembuat, penggiat dan pemutar film dokumenter yang berbasis di Jakarta. Selain memutar dan memproduksi film dokumenter, Rekam Docs juga memfasilitasi produksi film dokumenter untuk para pelajar dan mahasiswa. Selain itu, juga mengadakan workshop produksi film dokumenter di beberapa wilayah di Indonesia, baik itu secara mandiri maupun bekerjasama dengan lembaga lain.
    BEBERAPA FILM DOKUMENTER PRODUKSI REKAM DOCS
  • Jalan dakwah pesantren (Pesantren way's of dakwah) Durasi 37 menit | rilis 2016
  • Hamada Bala Sinema (The ballads of cinema lovers) Durasi 104 menit | rilis 2017
  • Nyanyian akar rumput (the song of grassroots) Durasi 107 menit | rilis 2018
  • Roda-roda nada (the dangduters) Durasi 105 menit | rilis 2020
    NYANYIAN AKAR RUMPUT FILM FESTIVAL LIST :
  • Would Premiere & Competition.. Bus.on Intern:thug! Film Fesfival 2021.
  • Winner PIETPAC Awatel.Jogja Helot ASiall Film Fe4tiv,11 2018,
  • Official Sulecticm. 7o4iyalurIla Dinumcntary Film Fnitival 20Th.
  • Winner CITRA Award. I t Documentary Feature. Indianesian Film Festival 2019
  • Winner MAYA Award, Beet Documentary Feature. Ind orosim hil.a.yz /mart 2019
  • Competition. Diorama International Film Festival, New Delhi, India, 2019
  • Competition. Kann International Muslim Film Festival, Kam, Russia, 2019
  • Competition. Intern.ational Festival of Docufilms on Libtrations and Human Rights, Dhaka, Bangladesh. 2019
  • Official Selection. Jtcheon Intern3tiimal Music n rid 'Film Festival, South Korea. 209.
  • Competition: Witerfd Ciricra Arnslzrdnm 201.
  • Winner Honorable Merit ion Award. Figvoiro D Fri international Film Festival, Portugal. 2019.
  • Official Selection.100% Human Film Festivell 2019.
  • Competition. 21.1ima1ii Interniotionel Film Festival 1011.
  • Competition. Asian Film Fastival Barcelona, 8nein 2 19.
  • Competition. Asian Pacifio Soroiri Awards, Brisbane, AustrAliai 2011.
juri

Greg Arya

WORK
  • 2004 - now : FreelanceEditor
EDUCATION
  • 2001-2008 : Jurusan Televisi,Fakultas Seni Media Rekam,ISI Yogyakarta
  • 2008-2010 : Program Pascasarjana(Videografi),ISI Yogyakarta
FELLOWSHIP
  • 2008 : Workshop Documentary Film "10 Years after reformation"by Goethe Institute Indonesia
  • 2012 : IDFA(International Documentary Film Festival Amsterdam) Summer School
  • 2015 : Berlinale Talents - Editing session
  • 2018 : Yamagata Documentary Dojo
ORGANISATION
  • Four colours Films
  • Hompympaa ArtWorks
  • NAFEd(Indonesian Film Editor
EDITOR FILMOGRAPHY
  • 2012
    • Feature Film - AmbilkanBulan
      Feature Film - RumahdanMusimHujan
      Documentary Film - Denok & Gareng (Part of 10 Years after reformation and IDFA summer school)
  • 2013
    • Feature Film - Yasmine[Co.Editor]
      FTV - Jamu Untuk Lestari
      FTV - Fellin, Calon Sarjana Hukum
  • 2014
    • Feature Film - Siti
      Feature Film - Para Pemburu Gajah(co-editor)
  • 2015
    • ShortFilm - Semalam Anak Kita Pulang
      Documentary Film - Kembang 7 Rupa
  • 2016
    • Feature Film - Pesantren Impian
      ShortFilm - Kami Tidak Takut
      WebSeries - Murid 5
  • 2017
    • Short Film - Kisah Dihari Minggu
      Short Documentary Film - Solastalgia
      Short Documentary Film - 12 Wives(co-editor)
  • 2018
    • FeatureFilm - Petualangan Menangkap Petir
      FeatureFilm - Kucumbu Tubuh Indahku
      ShortFilm - Sekar
      WebSeries - Borobudur
  • 2019
    • Documentary Film - Between The Devil and TheDeep Blue Sea(part of Yamagat adocumentary do jo)
juri

Fajar Bustomi

Lahir di Jakarta, Indonesia, 6 Juli 1982. Fajar Bustomi adalah seorang sutradara berkebangsaan Indonesia.

Belajar film di Institut Kesenian Jakarta mengambil mayor: Penyutradaraan Film. Selepas kuliah menjadi sutradara musik video untuk beberapa penyanyi atau band populer di Indonesia; seperti Slank, Padi, Krisdayanti, Vidi Aldiano, dll.

Beberapa film hasil karyanya menjadi film box office di Indonesia. Salah satunya adalah Dilan 1990, film remaja yang ditonton lebih dari 6,3 juta penonton di Indonesia, menjadi film terlaris nomor 1 tahun 2018, dan mendapatkan banyak penghargaan.

KARYA
  • Mariposa
  • Buya Hamka
  • Milea: Suara dari Dilan (2020) (bersama Pidi Baiq)
  • Dilan 1991 (2019) (bersama Pidi Baiq)
  • Dilan 1990 (2018)[1] (bersama Pidi Baiq)
  • From London to Bali (2017) (bersama Angling Sagaran)
  • Surat Kecil untuk Tuhan (2017)
  • Jagoan Instan (2016)
  • Modus (2016)
  • Winter in Tokyo (2016)
  • Romeo + Rinjani (2015)
  • 99% Muhrim: Get Married 5 (2015)
  • Tak Kemal Maka Tak Sayang (2014)
  • Aku Cinta Kamu (2014)
  • Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta (2014)
  • Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014)
  • Slank Nggak Ada Matinya (2013)
  • Bestfriend? (2008)